Animasi interaktif — Scherrer · Koreksi Instrumen · Williamson-Hall · XRD vs TEM
Prinsip dasar. Pelebaran puncak XRD memuat dua kontribusi fisik: ukuran kristalit yang kecil dan regangan mikro (microstrain). Di sudut 2θ tertentu, bandingkan puncak instrumen (sangat sempit, tetap) dengan puncak sampel (lebih lebar, berubah-ubah). Persamaan Scherrer mengaitkan lebar puncak dengan ukuran — tetapi waspadai bahwa lebar bukan hanya soal ukuran.
Peringatan. Scherrer menganggap seluruh pelebaran berasal dari ukuran. Jika ada regangan (ε ≠ 0), D-Scherrer menjadi terlalu kecil dari ukuran sebenarnya. Pemisahan ukuran vs regangan memerlukan metode Williamson-Hall (Tab 3).
Pemindaian (scan). Pindai 2θ dari sudut kecil hingga 80°. Setiap puncak sampel (lebih lebar) dan instrumen (sempit) muncul, lalu FWHM-nya diplot terhadap 2θ di kanan — satu per satu. Perhatikan FWHM naik seiring sudut: itu jejak regangan dan faktor cos θ. Sebelum dianalisis, lebar terukur harus dikoreksi terhadap instrumen.
Plot Williamson-Hall (UDM). Dengan memplot β cos θ terhadap 4 sin θ, kontribusi ukuran (titik-potong) dan regangan (kemiringan) terpisah secara grafis. Animasi menampilkan titik FWHM terkoreksi satu per satu, lalu garis fit linier ditarik. Ukuran D dan regangan ε dihitung langsung dari fit.
XRD vs TEM. Empat ukuran kristalit (5, 20, 50, 90 nm). Untuk tiap ukuran: citra TEM (skala benar), pola XRD-nya (makin kecil → makin lebar), plot Williamson-Hall, dan ukuran hasilnya. Klik kartu untuk membandingkan. Ukuran XRD (domain koheren) dan ukuran TEM (partikel) sering bersesuaian untuk partikel monokristalin — tetapi bisa berbeda bila partikel beraglomerasi atau polikristalin.
Citra TEM
D = 20 nm
Pola XRD
Pelebaran puncak ∝ 1/D
Williamson-Hall
D dari titik-potong
Perbandingan ukuran TEM vs XRD
🔬
Catatan fisis. XRD mengukur ukuran domain koheren (daerah kristal yang berdifraksi koheren), sedangkan TEM mengukur ukuran partikel secara langsung. Keduanya setara untuk partikel kristal-tunggal; untuk partikel beraglomerasi/polikristalin, D-XRD ≤ D-TEM. Pada ukuran besar (≈90 nm) pelebaran sampel mendekati lebar instrumen sehingga ketidakpastian XRD meningkat.